Blogger Widgets

Wednesday, 19 August 2015

Merindu
(Oleh Adelia Aninda Putri)
 Langkah kecil tak berujung
          Menerka jalanku yang tak menentu
                   Dengan cita akankah kita bertemu
                            Akankah kita ‘kan saling menyanjung
                                      Beribu perasaan ini kutulis pada lembaran hatiku
                                                Agar engkau tahu bahwa diriku masih merindu
                                      Kadang hati ini terasa mati membeku
                            Lambat laun kutak menyangka hadirmu
                   Telah menghilangkan kesadaranku
          Ketika kurindu dengan jiwa tenangku
Ku akan selalu merindu
Railways of Reminding
(oleh Adelia Aninda Putri)
Tempat ini menjadi saksi bisu perkenalan dan pertemuan terakhir bagi kita. Apalah arti senyuman yang selalu kau berikan dikala kesedihan melandaku? Apalah arti kerinduan yang selama ini kau umbar padaku? Aku selalu berpikir semua ini adalah kesalahanku, memutuskan apa yang seharusnya tak aku lakukan. Sepertinya, kau akan selalu pergi dariku. Di belakang palang rel kereta api ini aku masih memikirkan apa yang telah aku perbuat terhadapmu, ini bukan yang aku inginkan, di manakah dirimu? Aku tahu kau sudah tidak bisa mendengarkanku. Ketika palang kereta masih menahan, aku melihat bayangmu dalam kereta, tidak perlu pikir panjang aku langsung berlari menuju stasiun.
Setibanya di sana kereta yang aku cari sudah meninggalkan stasiun ini, aku berlari menyusuri setiap sudut stasiun, aku tak menemukan apa yang aku cari menyedihkan aku sangat menyedihkan. Dalam keramaian yang mengusik ragaku ini aku melihat bayangnya lagi, aku berusaha mengelak desakan orang-orang yang baru saja keluar dari gerbong kereta, selepasnya aku dari desakan tadi aku meliat sekitarku dan aku bertanya-tanya.
"Dimana kau? Aku ingin mengatakan sesuatu, apakah tak mungkin lagi bagiku untuk mengatakannya padamu?"